bintang


Kamis, 17 November 2011

KEKUASAAN ALLAH DAN SIFAT-SIFATNYA

A. Makhluk-makhluk Allah Adalah Cermin Sebagian Kekuasaan dan Sifat-Sifat-Nya 

1. Al-‘adam (Ketiadaan) Tidak Dapat Berbuat Apa-Apa (العَدَمُ لاَ يَفْعَلُ شَيْئًا)

Tanya: Mungkinkah ketiadaan melakukan sesuatu?
Jawab: Ketiadaan tidak dapat melakukan apa-apa, ini adalah perkara yang disepakati oleh manusia, tidak ada yang menolaknya kecuali orang gila. Setiap yang berakal tidak mungkin membenarkan bahwa jam tangan yang ada di tangan Anda atau sebuah pesawat terbang atau sebuah penggaris diciptakan oleh ketiadaan (tidak ada yang membuatnya).
Firman Allah swt:

" أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ ، أَمْ خَلَقُوا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بَل لَّا يُوقِنُونَ "

"Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu?; sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan)". (52:35-36).

Jadi, setiap perbuatan pasti ada yang berbuat  (لاَ بُدَّ لِكُلِّ فِعْلٍ مِنْ فِاعِلٍ)

Setiap benda pasti ada pembuatnya   (لاَ بُدَّ لِكُلِّ مَصْنُوعٍ مِنْ صَانِعٍ)

Maka setiap makhluk pasti ada Khaliq (Pencipta)nya   (لاَ بُدَّ لِكُلِّ مَخْلُوقٍ مِنْ خَالِقٍ).

B. Setiap Perbuatan Menunjukkan Kemampuan Pelaku dan Sifat-Sifatnya


Tanya: Apa hubungan sebuah benda dengan pembuatnya?
Jawab: Hubungan keduanya amat erat hingga dapat dikatakan bahwa sebuah benda menunjukkan kemampuan pembuatnya.
Tanya: Bagaimana penjelasannya?
Jawab: Perhatikan baik-baik penggaris di tangan Anda, ia adalah cermin kemampuan tukang kayu yang membuatnya, bahwa ia terbuat dari kayu, berarti:
• Bahwa tukang kayu itu memiliki kayu
• Bahwa ia mampu membuat penggaris dari kayu.

Jika Anda lihat penggaris itu halus, bentuknya juga rapi dan lurus, maka Anda dapat menyimpulkan bahwa:
• tukang kayu itu mampu membuat permukaan kayu menjadi halus
• ia mampu memotong-motong kayu dengan bentuk yang teratur dan terukur
• bahwa tukang kayu mampu membuat penggaris itu lurus

Bila Anda melihat di pinggir permukaan penggaris itu ada garis-garis kecil hitam dengan jarak sama satu sama lain untuk mengukur sesuatu, Anda dapat menyimpulkan bahwa:
• pembuat penggaris itu memiliki pewarna hitam
• ia dapat menggunakan pewarna itu untuk membuat garis-garis kecil pengukur yang tepat dan rapi
• ia dapat membuat jarak yang teratur pada permukaan penggaris itu.

Dengan berpikir Anda juga dapat menyimpulkan bahwa ketelitian dalam memotong kayu sehingga menjadi penggaris, juga membagi jarak yang teratur di permukaannya tidak mungkin dilakukan kecuali oleh pembuat yang berakal dan berpikir yang mampu memotong dengan tepat dan merencanakan dengan baik. Begitulah, penggaris itu berbicara kepada akal Anda tentang banyak sifat dan kemampuan pembuatnya.

Hal yang sama dapat Anda pikirkan ketika melihat sebuah mobil yang berkualitas sangat baik
• Bahwa pembuat mobil itu memiliki besi, kaca, kabel, dan karet.
• Bahwa ia mampu membentuk semua bahan-bahan itu menjadi bentuk yang sesuai untuk keperluan
   membuat mobil.
• Ia mampu membentuk bahan-bahan itu menjadi mobil seperti yang Anda saksikan.
• Bahwa ia berpengalaman membuat mobil.
• Bahwa ia cermat dan teliti dalam membuat mobil.
• Bahwa pembuat mobil itu pasti berakal dan bukan orang gila.

2. Semua Makhluk Adalah Cermin Dari Sebagian Kekuasaan Pencipta dan Sebagian Sifat-Sifat-Nya (المَخْلُوقَاتُ مِرْآةٌ لِبَعْضِِ قُدْرَةِ الخَالِقِ وَصِفَاتِهِ)

Tanya: Apakah berarti makhluk-makhluk itu cermin dari sebagian kekuasaan Al-Khaliq dan sifat-sifat-Nya? Jawab: Ya, hubungan antara makhluk dengan Sang Khaliq amat erat bagaikan pembuat sesuatu dengan apa yang ia buat seperti yang telah dijelaskan. Jika kita menyaksikan jutaan makhluk dengan susunan tubuh yang kompleks dan sempurna yang muncul setiap hari, tidakkah kita mengetahui dengan keyakinan akal kita bahwa makhluk-makhluk itu ada yang menciptakan? Bila kita meyaksikan miliaran makhluk hidup yang muncul setiap hari, kita dapat mengetahui dengan pasti bahwa semua makhluk hidup itu dihidupkan oleh Zat Yang Maha Hidup. Dan apabila kita berfikir tentang jutaan makhluk yang indah mempesona, seimbang satu dengan yang lain, dan sempurna, baik tumbuhan, hewan, manusia, dan lain-lain, maka kita dapat memastikan bahwa semua keindahan itu diciptakan oleh Yang Maha Pencipta dan Maha Pembentuk.

Kalau kita lebih jauh meneliti semua makhluk tersebut, seolah mereka berbicara kepada Anda beberapa sifat Penciptanya:
a. Bahwa pada hikmah (kebijaksanaan) yang amat jelas tampak dalam perencanaan dan penyusunan setiap       makhluk ini terdapat tanda bahwa Penciptanya adalah Maha Bijaksana dan Maha Berkehendak.
b. Pengukuran kadar setiap makhluk yang amat sempurna menunjukkan bahwa Rabb makhluk tersebut             adalah Maha Mengetahui segala sesuatu secara detil.
c. Nikmat dan manfaat tak terhingga dari penciptaan makhluk itu menyatakan kepada Anda bahwa Rabbnya     adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
d. Akal Anda juga akan mengatakan bahwa kekuasaan yang kita saksikan, dan sifat-sifat yang kita rasakan       pastilah berasal dari Pencipta yang benar-benar ada (wujud).

Demikianlah, dengan bertafakkur tentang makhluk-makhluk Allah Anda menemukan cermin bagi sebagian kekuasaan dan sifat-Nya yang sempurna, tafakkur yang mengantarkan Anda beriman kepada Allah dengan iman yang kuat tak tergoyahkan. Tidak heran jika Al-Quran mengajak kita untuk selalu bertafakkur:

" إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنزَلَ اللّهُ مِنَ السَّمَاء مِن مَّاء فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دابة وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ لآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ"

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (ke-Esaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan". (2:164).

Dahulu, salah seorang Arab Badui berargumentasi tentang wujud Allah swt:

إِذَا كَانَتِ البَعْرَةُ تَدُلُّ عَلَى البَعِيْرِ، وَالأَثـَـرُ يَدُلُّ عَلَى الْمَسِيْرِ، فَأرْضٌ ذَاتُ فِجَاجٍ، وَسَمَاءُ ذَاتُ أبْرَاجٍ أفَلاَ تَدُلُّ عَلَى اللَّطِيفِ الْخَبِيْرِ ؟!

Jika kotoran unta menandakan keberadaan unta, bila jejak kaki menandakan ada yang lewat, maka bumi yang luas penuh liku, langit yang penuh bintang-gemintang, tidakkah semua itu menunjukkan wujud dan kuasa Yang Maha Lembut lagi Maha Mengetahui?!

3. Yang Tak Memiliki Tak Kan Dapat Memberi (فَاقِدُ الشَّيْءِ لاَ يُعْطِي)

Tanya: Bagaimana kita mengetahui bahwa Allah-lah yang mencipta, dan bukan yang lain?
Jawab: Mungkinkah yang tidak punya kemampuan berbuat sesuatu atau melakukan perbuatan itu?

4. Berhala dan Alam Tak Punya Kemampuan Mencipta
Tanya: Apakah berhala dan alam semesta punya kemampuan menciptakan?
Jawab: Kita menyaksikan di alam semesta ini bukti kebijaksanaan dan ilmu yang luar biasa yang tidak sedikitpun dimiliki oleh alam itu sendiri atau berhala. Kita juga melihat perencanaan yang amat sempurna sedangkan berhala maupun alam tidak memiliki kecerdasan atau perencanaan apapun. Allah swt berfirman: Jika kita melihat korban pembunuhan tergeletak di sisi sebongkah batu, apakah kita akan mengatakan: “Batu itulah sang pembunuh.” Apakah mungkin polisi akan menangkap batu itu dan menuduhnya telah membunuh?!

Atau apakah sebuah ruangan kelas telah membuat marmer dan kursi karena kedua benda itu berada di dalamnya? Setiap yang berakal tahu bahwa sebuah batu tidak mungkin membunuh dan ruangan kelas mustahil menciptakan karena keduanya tidak memiliki kemampuan melakukan perbuatan itu.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ لَن يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ وَإِن يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لَّا يَسْتَنقِذُوهُ مِنْهُ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ

"Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah". (22:73)

Jadi, perencanaan, hikmah, ilmu yang sempurna, dan penciptaan yang seimbang tidak mungkin dimiliki oleh berhala atau alam semesta. Semua sifat kesempurnaan itu hanya dimiliki oleh Pencipta yang bukan bagian dari alam semesta, Dialah Allah Yang Maha Bijaksana, Maha Mengetahui, Maha Berkuasa, Maha Berkehendak, dan Maha Luas dan Detil Pengetahuan-Nya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar