bintang


Minggu, 17 April 2011

Isra' Mi'raj

Isra' Mi'raj Nabi Muhammad Saw
KAUM MUSLIMIN DAN KAFIR MENYIKAPINYA

I. PRAKONDISI ISRA’ MI’RAJ
Seperti yang telah diterangkan sebelumnya, bahwa dengan wafatnya Abu Thalib –paman Rasulullah saw- disusul dengan wafat Khadijah ra –iasteri Rasulullah saw. Kaum Quraisy mulai dapat mengganggu langsung Rasulullah saw, dan semakin besar penganiayaan mereka kepada para sahabat, sehingga memaksa Rasulullah saw pergi ke Thaif, mengajak mereka kepada Allah, meminta pbantuan dan melindungi dakwahnya.
Rasulullah mendapatinya tidak lebih baik dari peduduk Makkah, bahkan lebih buruk, dengan menolak dakwahnya, menyakitinya, sehingga berdarah kedua kakinya, lalu menghadap Rabbnyadengan do’a yang dipenuhi iman, yakin, dan ridha dengan apa yang menimpanya di jalan Allah.
Kemudian kembali ke Makkah. Akan tetapi Rasulullah tidak dapat memasuki Makkah kecuali dengan didampingi oleh Al Muth’im bin ‘Adiy (seorang musyrik Makkah).
Dalam situasi seperti penuh duka dan kesedihan inilah Allah swt muliakan Nabinya dengan mukjizat Isra’ mi’raj, untuk meringankan jiwanya yang terluka, hatinya yang berduka dengan menyaksikan ayat-ayat besar, tanda-tanda pertolongan Allah kepada dakwahnya. Sehingga bertambah keyakinan akan ketinggian posisinya di sisi Rabbnya, meyakinkannya bahwa Allah menjadi Penolongnya. Maka semakin kuatlah azam (tekadnya) semakin kuat ruhiyahnya, berlanjut menyampaikan risalah Rabbnya, dengan semangat yang tidak pernah padam.
Dalam mukijizat ini pula terdapat ujian Allah pada kaum muslimin, sehingga terpilihlah mana yang kuat iman dan mana yang lemah iman. Ibnu Ishaq berkata:

( . . . كان في مسراه وما ذكر منه بلاء وتمحيص ، وأمر من أمر الله في قدرته وسلطانه ،فيه عبرة لأولى الألباب ، وهدى روحمه ، وثبات لمن آمن بالله وصدق ، وكان من أمر الله على يقين ، فأسرى به كيف يشاء ، وكما شاء ، ليريه من آياته ما أراد ، حتى عاين ما
عاين من أمر الله وسلطانه العظيم ، وقدرته التي يصنع بها ما يريد ) ( )

“…dalam perjalanan isra’ dan cerita yang ada di dalamnya terdapat ujian dan seleksi. Salah satu perintah Allah yang berada dalam kekuasaan-Nya. Di dalamnya terdapat pelajaran bagi kaum yang berfikir, petunjuk dan rahmat-Nya, keteguhan bagi yang beriman dan membenarkan. Peristiwa ini adalah urusan Allah yang harus diyakini. Allah perjalankan sesuai dengan yang dikehendaki, untuk menunjukkan kepadanya ayat-ayat yang diinginkan. Sehingga menyaksikan langsung ayat Allah,dan kekuasaan-Nya yang besar, yang dengan kekuasaan-Nya itu, Allah lakukan apa yang dikehendaki.

II. WAKTU ISRA’ MI’RAJ
Ibnu Katsir menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa Isra’ mi’raj itu terjadi pada masa sepuluh tahun setelah kenabian. Dan yang masyhur mengatakan bahwa peristiwa ini terjadi pada malam duapuluh tujuh bulan rajab .

III. PERSIAPAN RASULULLAH SAW UNTUK ISRA MIRAJ
Pada malam Isra’ itu Rasulullah saw bermalam bersama dengan pamannya –Hamzah bin Abdul Muththalib, anak pamannya –Ja’fara bin Abi Thalib- di rumah Ummi Hani’ bin Abi Thalib (pamannya). Lalu Jibril mendatanginya, melewati atap rumah, turun dan mengambil Rasulullah saw, membawanya ke masjid (masjidilharam) kemudian membaringkannya, membelah dadanya, dari bawah leher sampai ke bawah perutnya, mengeluarkan hatinya, membersihkannya dengan air zam-zam, kemudian memenuhinya dengan iman dan hikmah, lalu mengembalikannya dan tidak ada lagi bekas belahan, tanpa Rasulullah rasakan sakit. Rasulullah siap untuk perjalanan Isra’ mi’raj, bertemu dengan Rabbnya pda malam itu.
Hikmah pembelahan dada –padahal Allah Maha Kuasa untuk memenuhi hatinya denan iman dan hikmah dan membelah- adalah untuk menambah kekuatan keyakinan. Sebab ketika melihat perutnya telah terbelah dan tidak merasa sakit, maka semakin yakin bahwa ia akan aman dari semua bentuk yang biasanya menakutkan. Dari itulah Rasulullah menjadi manusia yang sangat pemberani.

IV. PELAJARAN PENTING
1. Isra’ mi’raj adalah penguatan bagi Rasulullah saw dalam pertarungan panjang, dan juga merupakan salah satu bentuk penghormatan setelah bertahun-tahun dalam kesulitan, duka, derita, dan penolakan kaumnya.
2. Isra’ mi’raj merupakan ujian bagi kemampuan para sahabat untuk mengungkapkan seberapa besar jihad (perjuangan) mereka bersama Rasulullah saw
3. Isra’mi’raj merupakan terapi untuk menghapus keletihan masa lalu, dan meletakkan benih-benih keberhasilan masa depan yang gemilang.
4. Hukum dan sunnah alamiah yang menggerakkan langit dan bumi adalah ciptaan Allah. Allah berikan kepada sebagian hamba-Nya sehingga mampu melakukan hal-hal yang tidak dapat dikerjakan orang lain.
5. Kekuasaan Allah tidak akan bisa dibatasi oleh batas apapun, juga tidak akan bisa terhalangi oleh penghalang apapun
6. Agar Rasulullah saw melihat ayat-ayat besar dan menambah keyakinannya.

V. PERJALANAN ISRA’

A. Makna Al Isra’
Isra adalah Allah memperjalankan Nabi Muhammad sa dari masjidil Haram di Makkah ke masjdil Aqsha di Quds, secara fisik dan ruh, dalam keadaan sadar, lalu kembali ke Makkah dalam sepotong malam.
Kaum mukminin tidak merasa aneh dengan hal ini. karena semuanya selesai dengan perintah dan kekuasaan Allah. Dan Allah swt Maha Kuasa atas segala sesuatu. Firman Allah:

إنما أمره إذا أراد شيئا أن يقول له كن فيكون

82. Sesungguhnya keadaan-Nya apabila dia menghendaki sesuatu hanyalah Berkata kepadanya: "Jadilah!" Maka terjadilah ia. QS. Yaasiin

B. Dalil ketetapannya:
Peristiwa ini ditetapkan dengan Al Qur’an, firman Allah:

سبحان الذي أسرى بعبده ليلا من المسجد الحرام إلى المسجد الأقصى الذي باركنا حوله لنريه من آياتنا إنه هو السميع البصير

1. Maha Suci Allah, yang Telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang Telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. QS. Al Isra

Ditetapkan pula dengan hadits shahih, diantaranya hadits Muttafaq alaih, AL Bukhari dan Muslim
Dan orang yang mengingkarinya (tidak mempercayainya) hukumnya kafir, karena mendustakan AL Qur’an dan hadits shahih dari Rasulullah saw

C. Hikmah Isra ke Masjidil Aqsha
Isra menuju ke masjidil Aqsha tidak ke masjid lainnya karena kedudukan dan kemuliaan masjid ini di sisi Allah, untuk menjelaskan hubungan erat antara para nabi, untuk menjelaskan hubungan antara agama yang mereka bawa dari Allah. Dalam hal ini pula teradapt isyarat pewarisan rasul terakhir –Muhammad saw- atas kesucian risalah sebelumnya. Dengan ini maka masjidil Aqsha dan sekitarnya menjadi tanah Islam, yang harus dijaga oleh kaum muslimin, dan membebaskannya dari tangan-tangan para penjarah.

D. Kejadian dalam Isra’
Ketika Jibril usai membedah dada Rasulullah saw pada malam Isra’ itu, dan mempersiapkan sarana untuk perjalanan mengagumkan ini dengan Buraq –kendaraan berwarna putih, lebih besar dari keledai, lebih kecil dari bighal, sangat cepat, jangkauan kaki depannya sejauh pandangan matanya. Rasulullah saw mengendarainya, didampingi Jibril alaihissalam, lalu Buraq itu pergi ke Baitul Maqdis. Rasulullah saaw turun. Jibril mengikatnya lalu masuk masjid, ia bertemu dengan Ibrahim, Musa, dan Isa alaihissalam bersama dengan sejumlah para nabi, yang telah berkumpul untuk menyambutnya. Jibril membawanya ke depan mengimaminya shalat dua rakaat. Kemudian keluar dan Jibril membawakannya dua gelas –satu berisi khamr dan satunya berisi susu- lalu nabi pilih susu, dan Jibril berkata: اخترت الفطرة engkau telah memilih yang fitrah, engkau telah memilih tanda Islam dan istiqamah.

VI. PERJALANAN MI’RAJ

A. Arti Mi’raj
Mi’raj adalah naiknya Rasulullah saw dengan fisik dan ruhnya dalam keadaan sadar, dari Baitul Maqdis sampai ke langit ke tujuh, dan seterusnya, kemudian kembali ke Baitul Maqdis, di sebagian malam yang singkat.

B. Dalil Ketetapannya
Mi’raj ditetapkan berdasarkan hadits shahih yang ada dalam shahih Al Bukhariy dan Muslim dan lain-lain dalam buku-buku hadits yang valid, buku-buku sirah terkenal, buku-buku tafsir yang ma’tsur. Terdapat isyarat dalam surah An Najm:

كذبت قبلهم قوم نوح وأصحاب الرس وثمود , وعاد وفرعون وإخوان لوط  , وأصحاب الأيكة وقوم تبع كل كذب الرسل فحق وعيد  , أفعيينا بالخلق الأول بل هم في لبس من خلق جديد , ولقد خلقنا الإنسان ونعلم ما توسوس به نفسه ونحن أقرب إليه من حبل الوريد , إذ يتلقى المتلقيان عن اليمين وعن الشمال قعيد

12. Dan Sesungguhnya Muhammad Telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,
13. (yaitu) di Sidratil Muntaha .
14. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal,
15. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.
16. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.
17. Sesungguhnya dia Telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar. QS. An Njm

C. RINGKASAN KEJADIAN MI’RAJ
Setelah selesai perjalanan Isra’ diteruskan dengan mi’raj, yang mirip tangga, lalu Nabi naik bersama dengan Jibril, ke langit dunia, kemudian ke langit berikutnya. Setiap penghuni langit menyambutnya, para nabi yang ada di setiap langit memberikan salam kepadanya. Adam di langit pertama, Isa bin Maryam dan Yahya bin Zakariya di langit kedua, Idris di langit keempat, Harun di langit keempat, Musa di langit keenam, dan Ibrahim di langit ketujuh. Kemudian setelah melintasi mereka sehingga sampai di langit ke tujuh, dan melihat sidratul muntaha di sana. Di sinilah berhenti ilmunya para malaikat. Di sinilah Jibril berhenti, dan Rasulullah saw maju melewatinya sehingga dekat dengan Allah. Tidak ada yang pernah melintasinya selain Rasulullah saw.
Pada malam itu Rasulullah saw melihat Jibril dalam bentuk aslinya. Inilah kali kedua melihat Jibril dalam bentuk asli. Di sinilah Allah swt berfirman:

ولقد رآه نزلة أخرى

13. Dan Sesungguhnya Muhammad Telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,14. (yaitu) di Sidratil Muntaha . QS. An Najm.

Kali pertama terjadi setelah masa fatrah (jeda) wahyu. Allah berfirman:

ولقد رآه بالأفق المبين

23. Dan Sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang. QS. At Takwir

Pada malam itu juga Rasulullah saw melihat Baitul Ma’mur, surga dan neraka, Allah wajibkan shalat limapuluh waktu, kemdian diringankan sampai lima waktu, sebagai salah satu bentuk rahmat dan kelembutan Allah kepada hamba-Nya
Hal ini menunjukkan perhatian besar terhadap kemuliaan shalat, menunjukkan hikmah disyariatkannya. Sepertinya Allah mengatakan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman: Jika mi’raj rasul kalian dengan fisik dan ruhnya ke langit sebagai mukjizat, maka hendaklah setiap hari kalian lima kali mi’raj dengan ruh dan hati kalian kepada-Ku, sehingga bersih dari maksiat dan dosa. Dan ini adalah buah yang sangat besar dari shalat

 إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر 

45. … Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. QS. Al Ankabut

Kemudian Rasulullah turun dari langit ke Baitul Maqdis naik buraq kembali ke Makkah, ketika malam masih gelap dan mulai bercampur dengan cahaya shubuh.

D. PELAJARAN PENTING
• Perjalanan dari masjidil Haram ke masjidil Aqsha adalah plihan dari Allah Yang Maha Lembut, Maha Memberitakan, untuk menghubungkan antara akidah tauhid besar dari masa Nabi Ibrahim dan Ismail alaihissalam sampai pada masa Muhammad saw penutup para Nabi. Menghubungkan antara tempat suci bagi semua agama tauhid. Penobatan Rasulullah sebagai pewaris dari para rasul sebelumnya. Muatan risalahnya yang berhubungan erat dengan semua risalah sebelumnya yang mencerminkan bentangan panjang melintasi ruang waktu, mencakup manhaj yang lebih luas.
• Allah swt menunjukkan dengan cara ini bahwa Isra hanya ke baitul maqdis karena Yahudi akan terusir dari peta kepemimpinan umat manusia karena kejahatan yang mereka lakukan, sehingga mereka tidak layak lagi berada pada posisi itu. Dan Allah swt akan memindahkan posisi ini kepada Rasulullah saw dan mengumpulkan pusat-pusat dakwah Ibrahimiyyah semuanya. Sudah sampai waktunya perpindahan dakwah dari umat yang sejarahnya penuh dengan tipuan, pengkhianatan, dosa, dan permusuhan kepada umat yang memancarkan kebaikan dan kebajikan
• Isra ’ mi’raj menegaskan sifat Islam yang fitri. Dan sesungguhnya kebersihan hati adalah esensi Islam. Dan fitrah yang rendah adalah seperti mata air kotor yang hanya akan menghasilkan kotoran dan keburukan.
• Nil dan Furat adalah bukti bahwa risalah Islam akan membentang di muka bumi, memakmurkan lembah-lembah yang subur. Nil dan Furat mencakup lembah majusi Persia dan sebagian Romawi
• Baitul Maqdis melahirkan para nabi secara beruntun, saling mendukung dakwah Ibrahim alaihissalam
• Para nabi menunggu kedatangan Nabi Muhammad (penutup) semua nabi, agar menjadi imam dalam shalat jamaahnya, menggambarkan peran sentral dan ajaran yang dibawanya kepada seluruh alam untuk dilaksanakan, yaitu menyembah Allah Yang Maha Esa dan Maha Tinggi
• Nabi Muhammad menyempurnakan bangunan, dan menjadi batu terakhir dalam bangunan kenabian. Menyempurnakan agama dan membawa umat manusia seluruhnya.

VII. RASULULLAH SAW MENGHADAPI REAKSI KAUMNYA ATAS APA YANG DILIHATNYA

Rasulullah saw kembali ke rumah Ummu Hani’, menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya kepada Ummu Hani’. Kemudian ia bangkit memberitahukan hal ini kepada umat manusia. Ummu Hani berusaha untuk mencegahnya. Memintanya untuk tidak membicarakan hal ini, takut mereka akan mendustakannya, karena peristiwan ini sangat aneh. Rasulullah saw tidak terpengaruh dengan hal ini, dan dengan terang-terangan ia sampaikan hal ini kepada kaumnya, untuk membuka mata mereka akan keagungan Allah dan kekuasaan-Nya, membuktikan kedudukannya di sisi Rabbnya, tidak takut pendustaan dan cemoohan mereka. Karena tsiqahnya dengan risalah yang dibawanya, dan kebenaran yang dialaminya malam itu membuatnya memutuskan dengan tekad bulat untuk terbuka menyampaikan peristiwa itu kepada kaumnya, apapun pandangan dan sikap mereka.
Hal ini menjadi teladan bagi ashabudda’wah, belajar berani dalam menyatakan kebenaran. Ia tidak takut posisinya di hati umat manusia. Tidak menyembunyikannya hanya karena ingin selalu dekat dengan mereka. Firman Allah:

الذين يبلغون رسالات الله ويخشونه ولا يخشون أحدا إلا الله وكفى بالله حسيبا

39. (yaitu) orang-orang yang menyapaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan. QS. AL Ahzab

VIII. SIKAP KAUM KAFIR TERHADAP ISRA’ MI’RAJ

Rasulullah saw keluar di pagi hari ke tempat berkumpulnya kaum Quraisy. Ketika Abu Jahal sudah datang, Rasulullah saw menceritakan pengalamannya itu. Maka Abu Jahal berkata: يا بني كعب بن لؤي هلموا Wahai Bani Ka’b bin Lu’aiy kemarilah,
Setelah kafir Quraisy berkumpul Rasulullah sampaikan kejadian yang baru saja dialaminya. Ada di antara mereka yang bertepuk tangan, ada yang memegang kepalanya, karena aneh dan tidak percaya.
Kemudian mererka menguji Rasulullah saw; mereka ada yang memintanya menerangkan tentang Baitul Maqdis, da antara mereka ada yang pernah melihatnya ketika mereka berdagang ke Syam. Sedangkan Rasulullah saw belum pernah melihat sebelumnya, dan tidak sempat memperhatikan sifat-sifatnya ketika berada di sana.dari itulah Rasulullah saw sangat tegang, tidak pernah setegang itu sebelumnya. Lalu Allah swt hadirkan Masjidil Aqsha itu, sehingga dapat menerangkannya dari satu pintu ke pintu lainnya, dari satu tempat ke tempat lain.
Mereka berkata: Penjelasannya tepat sekali. Kemudian mereka menanyakan tentang rombingan dagang mereka yang baru sampai di Syam. Rasulullah saw menerangkan jumah onta dan keadaan mereka di sana.
Rasulullah mengatakan kepada mereka: Mereka akan tiba pada hari …, bersamaan dengan terbitnya matahari, didahului oleh onta berwarna abu-abu.
Lalu mereka pada hari itu segera keluar dan menunggu rombongan dagang, untuk membuktikan kebenaran cerita Muhammad saw. Ketika mereka sedang menunggu, ada seseorang yang berkata:

هذه والله الشمس قد أشرقت ، فقال آخر : وهذه والله العيرُ قد أقبلت ، يقدمها جمل أورَقُ ، كما قال محمد ، ثم لم يزدهم ذلك إلا كبراً وعناداً ، حتى قالوا : هذا سحر مبين ( )

Demi Allah, sekarang matahari telah terbit, dan yang lain mengatakan: Demi Allah, dan kafilah dagang telah tiba, terdepan onta berwarna abu-abu seperti yang telah Muhammad sampaikan. Kemudian hal ini tidak menambah mereka kecuali sikap sombong dan durhaka. Sehingga mereka berkata: Ini jelas-jelas sihir.

VIII. SIKAP KAUM MUSLIMIN TERHADAP ISRA’ MI’RAJ
Beberapa perawi menyebutkan bahwa ada beberapa orang yang lemah iman murtad meninggalkan agamanya. Karena hati dan akal mereka tidak sanggup menerima hal ini. mereka tidak percaya karena belum mampu memahaminya. Kepada mereka inilah firman Allah diturunkan:

وإذ قلنا لك إن ربك أحاط بالناس وما جعلنا الرؤيا التي أريناك إلا فتنة للناس والشجرة الملعونة في القرآن ونخوفهم فما يزيدهم إلا طغيانا كبيرا

60. Dan (ingatlah), ketika kami wahyukan kepadamu: "Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia". dan kami tidak menjadikan mimpi yang Telah kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Quran. dan kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka. QS. Al Isra’:60

Dari Ibnu Abbas ra berkata:

أسري بالنبي  ـ إلى بيت المقدس ، ثم جاء من ليلته ، فحدثهم بمسيرة ، وبعلامة بيت المقدس وبعيرهم ، فقال ناس : نحن لا نُصدق محمداً بما يقول ، فارتدوا كفاراً ، فضرب الله رقابهم مع أبي جهل ( )

Rasulullah saw isra’ ke Baitul Maqdis, kemudian pada malam itu datang dan menceritakan pengalaman perjalanannya, ciri-ciri Baitul Maqdis dan rombongan dagang mereka. Ada sebagian orang yang berkata: Kami tidak akan membenarkan ucapan Muhammad. Kemudian mereka murtad –kembali kafir, sehingga Allah penggal leher mereka bersama dengan Abu Jahal.
Sedangkan kaum mukminin lainnya, yang Allah lapangkan dadanya, Allah terangi hatinya, sehingga mereka tetap teguh dalam iman, membenarkan Rasulullah saw –dan yang terdepan dalam hal ini adalah Abu Bakr ra-
Dari Aisyah ra berkata:

لما أُسرى بالنبي  ـ إلى المسجد الأقصى أصبح يُحدث الناس بذلك ، فأرتد ناس ممن كانوا آمنوا به وصدقوه ، وسعوا بذلك إلى أبي بكر ، فقالوا : هل لك في صاحبك ؟‍ يزعم أنه أسرى به الليلة إلى بيت المقدس .
فقال : أو قال ذلك ؟ قالوا : نعم .
قال : لئن كان قال ذلك لقد صدق .
قالوا : تصدقه أنه ذهب الليلة إلى بيت المقدس وجاء قبل أن يصبح ؟
قال :نعم ، إني لأصدقه بما هو أبعد من ذلك ، أصدقه بخبر السماء ، في غدوة أو روحه
فلذلك سُمي " أبو بكر الصديق "  ( )

Ketika Rasulullah saw isra ke masjdil Aqsha, pagi harinya ia sampaikan kepada orang-orang. Lalu ada sebagian orang yang telah beriman murtad padahal sebelumnya telah percaya dan membenarkannya. Mereka segera menemui Abu Bakr dan bertanya: Apakah engkau telah mendengar sahabatmu? Yang mengaku telah diperjalankan ke Baitul Maqdis malam tadi:
Abu Bakar bertanya : Betulkan ia mengatakan hal itu
Mereka mejawab: Ya, betul
Kata Abu Bakr :Jika ia yang mengatakan hal itu, pasti benar
Mereka berkata : Kamu membenarkannya telah pergi malam tadi ke Baitul Maqdis kemudian sebelum subuh sudah tiba kembali?
Kata Abu Bakar: Sesungguhnya aku telah membenarkan yang lebih aneh dari itu, aku membenarkannya yang menerima berita dari langit, ketika pagi atau sore. Dari itulah ia disebut “Abu Bakr ash Shiddiq”

IX. PELAJARAN BERHARGA
• Seorang da’I tidak boleh takut kecuali kepada Allah. Tidak terpengaruh oleh banyaknya pendukung atau sedikit, dalam membuktikan imannya kepada kebenaran yang didakwahkannya
• Menyatakan kebenaran tanpa takut dan bimbang adalah kewajiban da’I yang tidak takut kecuali kepada Allah
• Ahlul Batil –selamanya di di manapun ia berada- akan melecehkan para penyeru kebenaran, sepertinya Abu Jahal masih berada di tengah-tengah mereka sekarang ini.
• Allah swt tidak akan pernah kekurangan da’I. dan Allah akan berikan pertolongan-Nya
• Meskipun telah terdapat dalil dan bukti, ahlul batil akan selalu mereka yasa, dan iri kepada para pengikut kebenaran yang tidak diragukan lagi
• Allah swt menguji barisan kaum muslimin, untuk mengangkat derajat ahlusshidqi wal iman, meninggikan posisinya. Sebagaimana Allah merendahkan posisi orang-orang yang berjiwa lemah.

EVALUASI

1. Apa hikmah dari peristiwa isra’ mi’raj
2. Berlah tanda (V) pada kalimat yang benar dan (X) pada kalimat yang salah

• كان الرسول ـ  ـ نائماً ليلة الإسراء في بيت عمه أبي طالب .
• الإسراء من معجزات الرسول ـ 
• عندما شق صدر الرسول ـ  ـ شعر بألم بسيط.
• وقع الإسراء بعد رجوع الرسول ـ  ـ من الطائف

3. Bekerjasamalah dengan instruktur untuk membaca tulisan tentang pembelahan dada Rasulullah saw dalam kitab Fathul Bari (syarah kitab Al Bukhari, Jilid VIII, hal 203) kemudian jawablah pertanyaan berikut ini:
a. Berapa kali Rasulullah saw dibelah dadanya
b. Apa hikmah pada masing-masing pembelahan dada itu
4. Apa yang dapat anda ambil pelajaran dari peristiwa ini dalam dakwah di era sekarang
5. Sebutkan contoh da’I hari ini dan situasi apa yang dihadapinya dan bagaimana duka, derita itu Allah hapuskan darinya.

1. Sempurnakan kalimat berikut ini:
• Isra adalah: …….
• Mi’raj adalah: …….
2. Terangkan masalah berikut ini:

1. كفر من ينكر الإسراء .
2. ربط الرسول ـ  ـ البراق .
3. فرض الصلوات في الملأ الأعلى.

3. Berikan tanda (V) pada kalimat yang benar dan tanda (X)pada kalimat yang salah

1. رأى رسول الله  ـ جبريل على صورته الحقيقية مرتين .
2. الحديث عن المعراج مشار إليه في سورة ( الإسراء ).
3. إمامة النبي  ـ للأنبياء ، تظهر فضله عليهم .
4. تجاوز جبريل سدرة المنتهى مع النبي  .

4. Bekersamalah dengan mentor/instruktur untuk melakukan hal-hal berikut ini:
1. Menyebutkan nama tiga buku sirah nabi
2. Menggambar peta yang membentang dari Makkah sampai ke Baitul Maqdis
3. Mengambil buku nasyid (anasyid wa agharid, Yusuf AL Azham) dan buku nasyid Isra’ mi’raj untuk disenandungkan
5. Apa saja caraefektif untuk membebaskan Baitul Maqdis dari tangan penjarah Yahudi
6. Merujuklah kepada buku tafsir Ibnu Katsir dan baca tafsri ayat pertama surah Al Isra, lalu catatlah dua dalil yang menegaskan bahwa Isra’ mi;raj itu dengan fisik dan ruh
7. Merujuklah kepada fi Zhilalil Qur’an dan bacalah uraian ayat pertama surah AL Isra’, demikian juga penjelasan Mubarak Furi dalam Ar Rahiqul Makhtum untuk menjelaskan ayat ini.
8. Apakah stretegi kompromi dengan Yahudi sekarang ini akan mampu mengembalikan Baitul Maqdis
9. Yahudi mengklaim bahwa secara historis ideologis mereka berhak di Baitul Maqdis. Apakah hal ini benar, terangkan dengan disertai dalil ayat dan hadits
10. dalam Isra’ Mi’raj terdapat banyak pelajaran berharga sebutkan lima di antaranya.
1. Uraikan alasan berikut ini:
a. Umu Hani’ berusaha mencegah Rasulullah saw memberitahukan peangalamannya itu kepada orang lain
b. Rasulullah tidak terpengaruh sikap kaumnya yang menolak dengan tegas tentang apa yang dialaminya
c. Kesulitan yang Rasulullah saw alami ketika diminta menerangkan Baitul Maqdis
d. Sebagian kaum muslim murtad oleh peristiwa isra
e. Rasulullah membeir gelar Ash Shiddiq kepada Abu Bakr
2. Sarikan dari tema di atas tentang dua sifat mendasar seorang da’i
3. Merujuklah ke tafsir Ibnu Katsir, dan bacalah tafsri ayat ke 40 surah Al Isra, lalu buatlah ringkasan muatannya
4. Merujuklah kepada buku Al A’lam (Zirikliy) dan bacalah biografi Abu Bakr, kemudian buatlah ringkasan untuk disajikan kepada teman-teman
5. Ujian memiliki banyak pelajaran keimanan. Jelaskan hal ini dengan menyebutkan contoh orang yang sukses dan yang gagal.
6. Apakah da’wah terbuka memerlukan negoisasi?
7. Di antara sifat da’I adalah tsiqah dengan pertolongan, janji dan ancaman Allah, sebutkan contihnya di masa sekarang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar