bintang


Rabu, 02 Maret 2011

Nataijul Ibadah



PENJELASAN/URAIAN

Mukadimah

A
llah telah menetapkan tujuan penciptaan manusia dan jin yaitu untuk beribadah kepada-Nya ,sebagai mana termama firman-Nya:

وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Adz-Dzaariyat:56).

Ibadah dalam Islam mencakup seluruh sisi kehidupan,ritual dan sosial,hablumminah(hubungan vertikal) dan hablumminannas(hubungan horizontal) ,melipuli pikiran,perasan dan pekerjaan

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (١٦٢)

Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (Al-An'am:162).

Ibadah yang benar manakala terpenuhi dua syarat,yaitu ikhlash karena Allah dan mengikuti aturan syari'at.Allah berfirman :

الذي خلق الموت والحياة ليبلوكم أيكم أحسن عملا وهو العزيز الغفور

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, (Al-Mulk:2).

Para ahli tafsir sepakat bahwa yang dimaksud dengan ahsanu 'amala (yang terbaik amalnya) adalah akhlashuhum lillah(yang paling ikhlash karena Allah) dan atba'uhum lisysyari'ah(yang paling komitme mengikuti aturan syari'ah)

Semua ibadah yang diperintahkah dalam Islam bertujuan untuk membentuk manusia taqwa


Hakikat ibadah

Ibnu At-Taimiyah berkata:"ma'na ashal dari kata ibadah adalah tunduk, namun ibadah yang diperintahkan oleh syari'at adalah perpaduan antara dan ketaatan sempurna kecintaan yang penuh"

Ibnu Al-Qoyyim Al-Jauziyah bekata:"Ibadah adalah gabungan antara ketaatan yang penuh dan cinta yang sempurna"
Maka yang taat kepada Allah tapi tidak cinta kepada-Nya maka ia belum dikatakan beribadah


قل إن كان آباؤكم وأبنآؤكم وإخوانكم وأزواجكم وعشيرتكم وأموال اقترفتموها وتجارة تخشون كسادها ومساكن ترضونها أحب إليكم من الله ورسوله وجهاد في سبيله فتربصوا حتى يأتي الله بأمره والله لا يهدي القوم الفاسقين

Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.(At-Taubah :24).

Dan yang mencintai Allah tapi tidak taat kepada-Nya maka ia belum dikatakan beribadah kepada Allah.

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ali 'Imran:31).

Nataij Ibadah (dampak positif dari ibadah)
Ibadah yang sahih akan menghasilkan dan melahirkan sikap dan prilaku yang positif dalam kehidupan sehari-hari yang menjadi bekal dan pegangan dalam mengemban amanah sebagai hamba Allah khususnya tugas da'wah.Di antara dampak positif dari ibadah adalah sebagai berikut:

1. meningkatnya keimanan,ulama ahlu as-sunnah wal jama'ah sepakat bahwa iman mengalami turun dan naik ,kuat dan lemah,pasang dan surut ,mengut dengan aamal salih/ketaatan dan menurun dengan maksiat.Allah berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat- mereka bertawakkal. ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah(al-Anfal:2).

Oleh karenanya ibadah yang kita lakukan harus berbasis keimanan dan keikhlasan,sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

" Barangsiapa yang puasa di bulan Ramadhan karena iman dan ikhlas diampuni dosa yang telah lalu".(HR.Bukhari)

2. Semakin kuat penyerahandiri kepada Allah(Islam),
ketika kaum muslimin menghadapi kekuatan sekutu pada perang ahzab keyakinan mereka akan kemenangan yang dijanjikan Allah semakin mantap dan keilamam mereka semakin kuat,

Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata : "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita". dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan. (Al-Ahzab:22).
Dan ibadah yang dilandasi penyerahan diri dan ketaan kepada Allah akan menghasilkan banyak hal positif,sebagaimana firman Allah:

(tidak demikian) bahkan Barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, Maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al-Baqoroh:112).

3. Ihsan dalam beribadah,yaitu الشعور بمراقبة اللهas-syu'ur bii uroqobatillah (merasa selalu diawasi Allah) sebagaimana Rasulullah menjelaskan dalam hadits:

"الْإِحْسَانُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاك َ"

"Ihsan adalah kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihat Nya,jika kamu tidak melihatNya sesungguhnya allah Melihat kamu"(HR.Bukhari).

Ketika seorang muslim merasa diawasi Allah dalam beribadah ,maka dia berusaha maksimal melalukannya sesuai dengan petunjuk syari'at dan ikhlas karenaNya,inilah yang dimaksud dengan ihsan di dalam surat Al-Mulk ayat 2:

الذي خلق الموت والحياة ليبلوكم أيكم أحسن عملا وهو العزيز الغفور
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,

Para ahli tafsir sepakat yang dimaksud dengan amal yang lebih baik adalah amal yang mengikuti syariat dan ikhlas karena Allah.Rasulullah membahaskan dengan kata itqon sepert dalam hadits berikut ini,

عن عائشة ، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال
: « إن الله عز وجل يحب إذا عمل أحدكم عملا أن يتقنه »

Dari A'isyah ra.bahwa Rasulullah bersabda:"Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mencintai bila seorang diantara kamu mengerjakan sesuatu pekerjaan dengan itqon(professional).(HR.Thabrani).
Kemudian Rasulullah menjelaslkannya dengan hadits yang lain,

عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ :َقَالَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

Dari Syaddad bin Aus ra. Berkata,bersabda Rasulullah saw.sesunggguhnya Allah mewajibkan ihsan(profesional) dalam semua urusan ,jika kamu membunuh ,maka bunuhlah dengan cara yang baik dan jika kamu menyembelih,maka sembelihlah dengan cara yang baik ,asah pisaunya dan sembelihlan dengan cara yang neyenangkan binatang yang disembelih"(HR.Muslim)

4. Ikhbat(tunduk), ibadah yang sebenarnya manakala dilakukan karena kesadaaran dan dorongan hati,bukan formalitas dan rutinitas belaka.


Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, Maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),

Tunduk dan patuh baru akan tumbuh apabila didasari pemahaman yang dalam dan keimaanan yang kuat sebagai mana firman-Nya,

وليعلم الذين أوتوا العلم أنه الحق من ربك فيؤمنوا به فتخبت له قلوبهم وإن الله لهاد الذين آمنوا إلى صراط مستقيم

Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran Itulah yang hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan Sesungguhnya Allah adalah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.(al-Hajj 54).

5. Tawakkal, badah yang benar berdampak kehidupan seseorang ketik menghadapi tantangan hidup terutama tantangan da'wah,para nabi ketika menghadapi ponolakan da'wah kaum mereka,mereka menyerahkan semu itu kepada Allah, sebagai contoh nabi Hud 'alaihissalam,

إني توكلت على الله ربي وربكم ما من دآبة إلا هو آخذ بناصيتها إن ربي على صراط مستقيم

Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus."(Hud :56).
Nabi Syu'ib 'alaihissalam,


قال يا قوم أرأيتم إن كنت على بينة من ربي ورزقني منه رزقا حسنا وما أريد أن أخالفكم إلى ما أنهاكم عنه إن أريد إلا الإصلاح ما استطعت وما توفيقي إلا بالله عليه توكلت وإليه أنيب

Syu'aib berkata: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku dari pada-Nya rezki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya)? dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.(Hud: 88).

Dan nabi Muhammad saw.


فإن تولوا فقل حسبي الله لا إله إلا هو عليه توكلت وهو رب العرش العظيم

Jika mereka berpaling (dari keimanan), Maka Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung".(at-Taubah:129).

6. Mahabbah(rasa cinta), seorang mu'min dengan beribadah dapat merasakan cinta kepada Allah , dan Allah mencintainya,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ

Dari Abu Hurairah ra.berata,bersabda Rasulullah saw.sesungguhnya Allah berfirman:"Barang siapa yang memusuhi wali(kekasih)Ku ,maka Aku telah mengumumkan perang padanya,dan tidaklah hambaKu melakukan pendekatan diri kepadaKu dengan sesuatau yang paling Aku cintai selain melakukan apa yang telah Aku wajibkan padanya,dan hambaKu terus-menerus melakukan pendekatan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah ,sehingga Aku mencintainya,dan apabila Aku telah mencinainya maka Aku menjaga pendengaran, penglihatan, tangan (perbuatan) dan kaki (langkah)nya ,jika ia meminta sesuatu kepadaKu pasti Aku kabulkan permintaanya dan jika ia memohon perlindungan ,pasti Aku lindungi dia, tidakada sesuatu yang Aku gamang melalukannya selain mencabut nyawa seorang muslim sedangakan ia tidak menyukainya". (HR.Bukhari).

7. Roja'(mengharap rahmat Allah),
mu'min dalam beramal hanya mengharapkan rahmat Allah,

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

8. Taubat.kata-kata yang paling sering diungkapkan oleh yang beriman terutama yang aktif berda'wah di jalan Allah adalah memohom ampunan dari dosa dan kesalahan,


وما كان قولهم إلا أن قالوا ربنا اغفر لنا ذنوبنا وإسرافنا في أمرنا وثبت أقدامنا وانصرنا على القوم الكافرين

"Tidak ada doa mereka selain ucapan: "Ya Tuhan Kami, ampunilah dosa-dosa Kami dan tindakan-tindakan Kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian Kami, dan tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir".(al-Ali 'Imran:147).

9. Berdoa,orang yang beriman ketika beribadah ,selalu meminta kepada Allah, tidak meminta kepada selainNya,

Sesungguhnya orang yang benar benar percaya kepada ayat ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong.
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan.(as-Sajdah:15-16).

10.Khusyu',
orang yang beriman ketika disebut nama Allah hatinya tunduk dan khusyu' kepada Allah,

Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, Dan mereka berkata: "Maha suci Tuhan Kami, Sesungguhnya janji Tuhan Kami pasti dipenuhi".Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'.(al-isra:107-109).

Imam Al-Bana di dalam usul isyrin berkata:

وللإيمان الصادق والعبادة الصحيحة والمجاهدة نور وحلاوة يقذفهما الله في قلب
من يشاء من عباده

Iman yang sejati, ibadah yang sahih dan mujahadah dalam beribadah dapat memancarkan cahaya dan menghasilkan manisnya beribadah yang dicurahkan oleh Allah ke dalam hati hambaNya yang dikehendakiNya.(prinsip ke 3)

Semua uraian di atas adalah kriteria taqwa,sebagai mana dijelaskan di dalam banyak ayat bahwa tujuan dari ibadah adalah untuk membentuk manusia bertaqwa.

يا أيها الناس اعبدوا ربكم الذي خلقكم والذين من قبلكم لعلكم تتقون

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,(al-Baqarah: 21)

Ketaqwaan kepada Allah memberikan kemudahan – kemudah dalam segala urusan, keberhasilan. Dan keberuntungan di dunia dan di akhirat,

ومن يتق الله يجعل له من أمره يسرا


Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.(at-Thalaq 4)


وأمر أهلك بالصلاة واصطبر عليها لا نسألك رزقا نحن نرزقك والعاقبة للتقوى

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, kamilah yang memberi rezki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.(Thaahaa: 132).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar